Posts

A Conversation with Myself

Sekolah saja tidak cukup Karena jika kamu bersekolah tapi rasa ingin tahumu tak tumbuh besar maka patutlah kamu bertanya pada dirimu sendiri, "Apa perlunya aku bersekolah?" Bekerja saja tidak cukup Karena jika kamu bekerja tapi rasa suka citamu tak bernyala-nyala sehingga banyak hal baik bisa kamu bagi pada sesama, maka patutlah kamu bertanya pada dirimu sendiri, "Aku sedang apa?" Hidup saja tidak cukup Karena jika kamu hidup tapi hidupmu dipenuhi kekhawatiran sehingga hari-harimu terbuang sia-sia, maka segeralah bertelut dan mohon pertolongan dari Penciptamu

Titik Embun

Titik Embun Lantunan berat suara Muazin sayup terdengar mengumandangkan azan pada suatu subuh, syahdu. Barangkali lantunan suara merdunya yang membangunkan seorang koster gereja. Bergegas pula ia menyiapkan rupa-rupa perangkat misa ibadah pagi. Pada tepi jalan antara masjid dan gereja, selembar daun yang melekat pada batang dan akar yang bergantung pada bumi menggeliat ditiup angin yang menghalau kabut. Saat geliatnya, terbentuk setitik embun di atasnya. Manusia tak dapat me nghitung waktunya. Terlalu cepat? Terlalu lambat? Sapa embun pada daun, "Selamat pagi." Daun hijau berhenti menggeliat dan berbisik, "Embun?" Titik embun bergoyang kecil di atas geliat daun yang terhenti tiba-tiba. "Iya," katanya riang. Daun hijau menggeliat lagi. "Oh," jawabnya singkat. Titik embun menggelitiknya, "Ah, kenapa kau begitu pendiam." Daun hijau berhenti bergoyang, tak ada semilir angin yang membantunya. Ia memilih diam. "Tid...

In Memoriam of dokter Kayanto Soedarsono

Image
Di tepi ranjang itu tiba-tiba ada seseorang yang menggengam tanganku. Suara tangis seorang anak kecil yang entah sakit apa di ruang gawat darurat itu memekakkan telingaku. Aku membalas genggaman tangan itu. Mataku hanya bisa melihat bayang-bayang. "Dokter?" Kataku. "Iya," katanya. Oh, benar ini seorang dokter. "Ini gimana?" Tanyaku. "Nanti dioperasi," katanya. "Bisa?" Tanyaku lagi. "Bisa, bisa, itu seperti bibir sumbing." Aku tetap belum bisa melihat wajahnya, aku hanya mengg engam tangannya. Aku terus bertanya, "Ini saya bisa mati, ya?" "Bisa, bisa, 50 tahun lagi," katanya sambil tertawa kecil. Dalam keadaan setengah sadar dan masih belum pulih dari amnesia retrograde saya membuat keputusan untuk tinggal di rumah sakit itu dan dioperasi oleh dokter itu. "Ke Carolus saja, Mbak," kata seorang rekan kerja. "Nggak, Pak, saya mau di sini aja sama dokter yang ini (saya bahka...

Manusia Oh Manusia

Manusia mengeluh dalam derita Manusia mengharap bahagia segera tiba menggantikan derita Manusia tak sadar derita hadir karena bahagia yang diharap-harap Manusia oh manusia Derita Sukacita Berima? Menerima Berirama? Selamat datang bahagia

Bagiku Orang Tuaku Tidak Sempurna

Bagiku orang tuaku tidak sempurna Dan karena itulah aku mensyukurinya Jika mereka sempurna maka mungkin aku tak akan pernah belajar menerima Jika mereka sempurna maka mungkin aku tak akan pernah belajar toleran Jika mereka sempurna maka mungkin aku tak akan pernah belajar bahwa orang lain itu berarti Jika mereka sempurna maka mungkin aku tak akan pernah belajar rendah hati Jika mereka sempurna maka mungkin aku tak akan pernah belajar meminta maaf dan memaafkan Jika mereka sempurna mungkin aku akan mengabaikan Tuhan Bagiku orang tuaku tidak sempurna Dan karena itulah aku mensyukurinya

Hidup itu Seperti Bisnis

Hidup itu seperti bisnis, atau sebaliknya Ada kalanya laba, ada kalanya rugi Ada waktunya untung, ada waktunya malang Ada kalanya sehat, ada kalanya sakit Ada kalanya gembira, ada kalanya sedih Jika semuanya dapat diterima dan dijalani dengan ikhlas akan terasa mudah Jika tak dapat menerima segala keadaan, bahakan untung pun akan terasa malang   # adem -adem kok rodo insap

Bukan Langit Biru

Aku kepul asap pekat Aku derit roda besi yang beradu rel Aku bukan langit biru Bukan pula semak belukar Aku mungkin peluh masinis dalam lokomotif Atau desah resah seorang penumpang Pasti, aku bukan langit biru Apalagi bunga yang mekar Bisa jadi aku gurauan dua anak kecil dalam gerbong Atau umpat pedas seorang asing pada pelayan berseragam Tentu kau mengerti, aku bukan langit biru Bukan pula sinar yang berpendar Inginkah kau bertemu denganku? "Ya," kau bilang. "Berhentilah menatap langit biru," kataku. Jogja, 11 Desember 2016