Kata Mamaku, waktu beberapa orang dari kantor tempat aku pernah bekerja bahwa aku mengalami kecelakaan yang cukup serius di sebuah jalan tol di Jakarta, ia tidak bisa tidur. Ia berulang kali mengatur baju-bajuku dan baju-bajunya yang akan dibawa ke Karawang menjengukku keesokan harinya, sambil menelepon sepupuku. Itu terjadi pada tahun 2007. Lalu selama setahun kemudian aku dan Mamaku suka berjalan-jalan ke mall atau sekedar cari makan saat kami jenuh di rumah. Mamaku yang mendorong kursi rodaku. Hanya sekali aku melihat Mamaku meneteskan air mata saat Papaku dirawat di rumah sakit menjelang akhir hidupnya. Katanya, "Leukemia katanya." Setelah itu dia sibuk mencuci pakaian, sibuk merawat Papa yang terbaring di rumah sakit. Sibuk mencarikan Romo atau biarawan untuk mendoakannya. Sekaligus sibuk mencarikan obat untukku yang sakit maag saking stresnya. Papa yang waktu itu sudah kesulitan bicara suka mengacungkan jempolnya pada Mama. "Mama itu hebat,...
Eda sedang belajar menyemai tanaman yang disertai lembar pengamatan pertumbuhannya. Mama: Nah, ayo digambar dulu sekarang sudah gimana benih sawinya. . . Eda:(menggambar) . . Mama: Oke sip! Nah, sekarang menurutmu gimana keadaan sawinya hari ini? . . Eda: (dengan mantap) SEHAT! . . Mama: Heeehhhh wakakakakaka lha kok gampang men pengamatane
Kami memilih duduk di bangku paling depan karena di kapel itu duduk di barisan paling depan adalah tempat yang nyaman untuk anak-anak, mereka bisa berjalan ke sana kemari tanpa mengganggu jemaat lain. Kali ini kami memili h duduk di sisi sebelah kanan persis di depan tempat duduk paduan suara. Tanganku menenteng tas berisi baju dan susu anak-anak., sementara Eda bergelayut di gandengan tanganku. Sedangkan Randu tertidur pulas dalam gendongan Bapak. Lonceng tanda mulai misa baru saja dibunyikan. Eda masih merengek minta dipangku dan tas-tas kuletakkan begitu saja di bangku sebelah yang kosong. Pikiranku penuh sesak dengan pikiran-pikiran tentang rutinitas, tentang pekerjaan yang belum diselesaikan untuk hari besok, dan tentang menu sarapan yang harus kusipakan besok pagi-pagi buta sebelum anak-anak bangun. Mataku memperhatikan Pastor yang sudah melangkah menuju altar, namun pikiranku masih terpusat dengan rentetan tugas dan jadwal-jadwal yang seperti melayang-layang...
Comments
Post a Comment